Category

RIDING REPORT

Category

JAVADVENTURE hari 5 (Mesin baru)

Ya, masih terbangun dengan sedikit perasaan kecewa, kenapa kemaren kemaren gw ga cek OLI, bla….bla…bla. Ya begitulah penyesalan selalu datang di akhri. Dan selalu ada hikmah dari setiap kejadian, teringat perkataan dari mas triatmono, “kalau sudah mestinya itu terjadi mau diapakan lagi, ya kita hanya bisa menjalankan, dan belajar dari itu”. Benar pelajaran yang berharga dan mahal pastinya, sambil menunggu mekanik yang akan mengantarkan gw ke BERES bajaj di Jl.Mayjen sungkono. Berdasarkan info dari kawan kawan pulsarian surabaya di sana biasanya lengkap. Sesampainya disana gw langsung ketemu dengan Bro andreas, kepala mekaniknya, dan gw ceritakan kronologisnya serta dia memberi saran agar gw ganti cylinder blok satu set. DEM!!! 800.000 abis buat belanja klep, cylinder head, paking dan oli.

Kali ini gw pake valvoline dengan spesifikasi SL 20-50. Kembali ke bengkel, pemasangan mesin cukup lancar, karena mekanik om gw itu ternyata pernah bongkar kawasaki 600cc, tapi belom pernah bongkar pulsar. Mesin selesai di pasang dan dihidupkan…ya masalah baru muncul, mesin begetar, dan keluar suara aneh. Sempat mengirim rekaman suara ini ke rial melalui BBM. Ada 2 kemungkinan yang akan gw lakukan, 1. Gw bawa motor ini ke BERES surabaya, kalo belom bisa bener ya gw keretakan saja sampe jakarta atau 2. Motor ini tetep gw bawa jalan sampe jakarta.

Ya gw lupakan sejenak masalah itu, uji coba jalan motor pun gw lakukan, jalan jalan sore di kota bangkalan, sekalian silaturahmi ke rumah sodara gw yang letaknya ga jauh dari sana niatnya sekalian cari tukang cuci motor lah. Namun tetep aja suara aneh dan getaran yang kaga karuan, masih berasa trauma dan takut sebenernya untuk bawa motor ini. Tapi gw mempositifkan pikiran dan membayangkan berkumpul dengan teman teman OBIWAN di hotel semarang beberap ahari lalu, membayangkan masakan nyokap, teman kampus dan empuknya kasur di kamar gw di tangerang, alunan lagu Sigur Ros – festival masih mengalun lembut di telinga gw.

Hari berganti malam, gw udah yakin kan bahwa malam ini gw harus keluar gari kota bangkalan menuju kota kamal, daerah pinggir pantai pulau madura, yang dulunya menjadi pintu gerbang di setiap kedatangan para pengunjung melalui jalur laut. Sebelum adanya jembatan suramadu, sekarang daerah ini tak hayalnya kota mati, tak terlihat lagi antrian kendaraan yang ingin menyebrang. Tidak sedikit petugas yang kehilangan pekerjaannya karena penyebrangan tak seramai dulu, tapi tetap saja kapal feri tak kehilangan penggemar.

Setelah berpamitan dengan om rizki (makasih om sudah memperbaiki cemongku) gw berjalan pelan tapi pasti melewati daerah jalanan khas lintas kabupaten daerah sana, yang gelap, hanya ada gw cemong dan cahaya lampu 35wattnya. Sempet beberapa kali motor kehilangan speednya, gas turun sendiri, daerah ini dulunya rawan kecelakaan, horor, pembegalan pokonya ngeri abis dah. Padahal masih jam 9 tapi disini sudah gelap dan sepi. Kembali gw membayangkan keceriaan saat riding kejar kejaran sama rial, obiwan, kawan kawan disana. Kalo saat riding sendiri pastikan bahwa anda selalu sadar akan setiap detik yang ada di pandangan anda.

RTL (makasih jengukannya mas)

Menempuh jarak 20KMan kecepatan tak lebih dai 60KPJ, kali ini alunan lagu dari dido – if i rise menemani perjalanan gw malam ini. Tujuannya sekarang ke rumah om samsul, insinyur yang selalu low profile, down to earth, salut abis gw sama om gw yang satu ini. Sampai di kediaman beliau ternyata bro RTL (ranger telo lema) 835 PROV pulsarian surabaya ingin bertemu gw disana. Seketemunya dengan bro RTL dan berbincang bincang, ternyata RTL dan om gw itu anak mereka temenan ternyata :D. Bintang makin bersinar menunjukkan sudah tengah malam, maka gw berpamitan dengan RTL untuk istirahat. Dan cemong pun masih terparkir rapi :D.

sanak saudara

Bersambung>>>

JAVADVENTURE hari 4 (Suramadu)

Terbangun lagi gara gara dinginny AC kamar, di kamar 321 ini. baru inget kalo hari itu janji ketemu dengan mas Ridho, kawan yang udah lama kenal di dunia maya tapi belom ketemu aslinya. Hidupkan latitude langsung cari lokasi rumah beliau, tapi saat pagi tadi ada telpon dari orang rumah, katanya mumpung lagi di Gresik sekalian aja mampir ke Makan sunan giri dan Maulana malik al saleh. Dan ternyata letaknya kalau dari hotel ini ga terlalu jauh. Cukup menempuh motor selama 15 menit dengan konsidi jalanan ramai lancar, tujuan pertama adalah makan sunan Giri.

Makam sunan giri ada di dalam sana.
Parkir desa giri 2rb
tangga menuju area makam

Salah satu wali dari walisongo (sembilan wali) yang menegakan tonggak Islam di pulau jawa ini. Tempat ini biasa ramainya pukul 13:00 sampai sekitar pukul 22:00. aturan lainya adalah tidak boleh bermalam di area masjid karena penjaga suka kewalahan untuk menjaganya, kecuali malam jumat. Dari arah parkiran motor menuju masjid harus melewati anak tangga dahulu, di sekatarn anak tangga tersebut ada kios yang menjual makanan hingga perlengkapan solat. Untuk wilayah makam sendiri di buka hanya sampai jam 23:00 kecuali ada acara khusus, dan apabila di luar jam itu bisa menghubungi yayasan yang ada disana. Alasan di sana tidak boleh memfoto makam sunan adalah karena di tempat yang gelap (di dalam ruangan makam) foto yang di hasilkan sering jelek jadi terkadang menggannggu jemaah yang sedang mengaji di dalam. Konon ada yang pernah memfoto (makan sunan) dan menjadikannya sebagai cover buku, namun tiadk lama kemudian oranya itu meninggal dunia, entah ada apa gerangan, disana pun gw sempatkan untuk yasinan sekaligus tahlilah, ritual yang gw lakukan disana.

di depan pintu gerbang
Batu tulis yang ada di makam
Parkiran

Setelah dari sana gw coba sempatkan lagi untuk mampir di makam sunan Gresik Maulana malik ibrahim. Tokoh yang berpengaruh pada perkembangan islam di pulau jawa, khususnya di Gresik. letaknya tidak begitu jauh hanya 5 menit dari makam sunan giri, beres melakukan ritual biasa. Gw sempat juga berputar putar di area makam laiinya juga, sesekali mengarahkan lensa ke arah arca yang nampak sebagai pengumuman atau entahlah, bertuliskan huruf hanacaraka jawa dan partinya ini sudah berumur puluhan taun.

nampak seperti piagam

Pukul 11:00 mas Ridho pun mengirim BBm dengan pesan beliau sudah ada di rumah, dan mempersilahkan untuk mampir di rumahnya, tawaran yang sulit untuk di tolak pastinya. Balik ke hotel untuk bersiap siap lagi dengan tas dan tankbag langsung meluncur ke rumahnya di kawasan GBK. Sesampainya disana gw di sambut langsung olehnya. Setelah berbincang bincang di halaman depan, gw di ajak untuk melihat lihat GS dan koleksi moge lainnya, yang membuat gw pengen nabung yang banyak biar bisa kebeli juga, hahahahaha. 13:00 makan siang nasi Kretek khas Gresik di rumah beliau, kami makan bersama sambil berbincang bincang tentang dunia roda dua, Mas ridho yang bekerja di bidang properti ini memiliki hobi yang ga kalah seru, dan nampaknya dia mulai ingin menjajahi dunia off road, 😀 “kapan kapan kita jalan bareng ya mas” kalimat perpisahan yang gw ucapkan ke beliau.

Gw dan mas ridho

14:30 Melihat latitude dan bbm dari rial katanya dia dapet tempat asik di daerah gresik mau ke sby sana. jadi penasaran juga, gw coba ikuti latitude tapi kok ngaco yah akhirnya nunggu di jemput di tol gresik-sby. Bersama rekan GPC kami bernarsis ria di sirkuti motorcross, dengan pemandangan laut dan jembatan suramadu.

cemong
cemong
rial in action
mencoba mini multistrada milik rial
Bersama kawan kawan GPC

17:00 Gw dan rial mulai memasuki tol suramadu, merasakan euforia dalam diri telah sukses menjejakkan ban di pulau garam ini, kami berdua berfoto saling bergantian. Perasaan yang sulit diungkapkan, deruan angin pantai meniup kami berdua. dari atas motor pulsar kami menikmati pemandangan yang kali itu sangat tidak biasa. Keluar dari tol pun kami berfoto di sign road, 1km suramadu. dan perjalanan menuju bangkalan dan rial menuju pamekasan kami lanjutkan, sebelum berpisah kami masih sempat berfoto dan menggeber motor di kecepatan tinggi. 120…119…117…115…114… JLEDARRRRR, Sontak gw kaget ada yang ga beres dengan motor gw, dan gw langsung menepi, untung gw ga sempet ngebuag motor, jadi motor masih berada di jalurnya dengan kondisi ban belakang mengunci.

YEAAA SURAMADUUU
rial hamzah
silouet

Setelah mencoba di dorong tetap saja ga bisa, sebelumnya suara mesih jadi aneh dan gw mencoba untuk menstutnya bersama rial ke kota bangkalan, jaraknya kurang lebih 20km, dan di rumah om gw mesin gw bongkar dan ternyata piston pecah.

detik detik terakhir...

Seketika mood gw untuk menaiki motor ilang total. SEE (see evaluate execute) tenang, kirim email ke teman2 pulsar tangerang, milis OBI, dan rekan pulsar lainya. Berharap dapet info untuk membenahi motor secepat dan sebaik mungkin. Malam itu juga motor gw dibongkar oleh mekanik dari om gw. Penyabab utamanya adalah HABIS OLI. Jam menunjukkan pukul 22:00 mekanik udah pada pulang, dan mulai mendapatkan banyak informasi untuk mendapatkan spare part, dan RTL (ranger telo lema) pun sudah nengokin gw, thanks bro.

pecah
bongkar mesin
telanjang

Malam sunyi sepi gw masih memandangi cemong yang tinggal rangka dan ban.

Bersambung>>>

JAVADVENTURE hari 3 (Menuju timur)

Pagi ini terbangun dengan tereakann nadi temen sekamar selama di hotel “gw pengen boker woyyy” pukul 8:00. Hari ini juga hari terakhir OBIwan berada di semarang karena besok sudah harus kembali kerutinitas, kecuali gw dan rial, kamu berencana akan menuju pulau madura – bromo – malang – jogja – jakarta. Pukul 9:00 pun kami berkumpul di restoran buat breakfast ala eropaan dah :D. Pukul 10:00 OBIwan diGIRIng ke JNE semarang untuk memaketkan motornya kembali ke jakarta, kami pun berpisah di kantor JNE, saya diantar oleh mas danung menggunakan motor.

soemarlien & alonrider
gw, rial dan mas danung

12:00 nunggu rial berdandan dulu dan kita chekout, masih bersama mas danung kami di antar hingga perbatasan kediri, terima kasih mas, kapan kapan gw mampir lagi dah disini. Perjalanan pelan tapi pasti, masalahnya motornye rial yg kekencengan jadi motor gw ini kan pelan jadi ketinggalan mulu, dan kite ketemuan di tukang es tebu pinggir jalan daerah jekulo.

sunset @ kaliori

Lagi lagi perlahan tapi pasti konstan di rpm 8.000an dan kecepatan 100kpj gw dan rial memacu kendaraan ke arah timur melewati demak, dengan tujuan JUWANA. Nah disana kami beristirahat ditemani yg punya tempat kang blackmax juragan olh oleh khas juwana. Dan kamipun disambut oleh es kopyor, mantab yeuuuuu. Lepas dari juwana kami berpamitan dengan om blackmax pukul 16:00 dengan niatan moga bisa sampai di jawa timur pas sunset, makasih om suguhannya, kapan kapan aku mampir lagi yah.

om blackmax

Kami terpisah lagi di kemacetan di daerah jekulo, karena adanya pelebaran jalan, alhasil kami harus jalan melewati gravel sepanjang 3 km, untungnya sunset di jekulo di tambah pemandangan pematang sawah ga ada salahnya untuk di jepret. Niatan untuk poto di gerbang jawa timur sunset urung sudah kami bermagrib dulu di rembang, dengan jalanan halus, truk gandeng dan bus malam  yang menemani jalan kami ber2.

masuk jawa timur

Di pom bensin tempat kami beristirahat kami sempat di tanyakan dengan orang lewat tentang motor yang kami tunggangi, karena bajaj sendiri belum familiar di telinga masyarakat luar, mungkin. Lagi lagi gw terpisah sama rial setelah makan malam di daerah rembang, gule kambing emang dashyat dah, Auto pilot mode on, gw melipir ke SPBU rial babarblas sampai masuk kota gresik. Ternyata rekan rekan GPC sudah menunggu saya di bundaran GKB (gresik kota baru).

temen temen GPC

Setelah bertemu kembali kamipun diantar ke hotel saptanawa. Sebenernya gw udah janjian buat ketemuan sama mas ridho di kediamannya, namun beliau ketiduran hehehehe. Yup masuk hotel jam 24:00 dan bobo di mulai.

Bersambung>>>

JAVADVENTURE hari 2 (XLnetrally2011)

Terbangun dari tidur panjang pukul 8:00 dengan teriakan suara nugraha adi (alonrider) “woy kancut gw belom dateng juga ini” OBIwan yang sekamar dengan saya di Hotel GUMAYA semarang ini. Karena barang bawaan dia di bawa oleh pihak eo jadi belom diterimanya. 15 menit kemudian saya ngajak nadi buat ke resto sarapan, maklum kelaperan. sampai di resto kaget dengan penampilan tamu hotel yang pada kayak orang kondangan dan gw seperti anak ilang dengan celana basket kaos oblong dan sendal hotel.

menu wajib, nasi!!
nadhi (alonrider) dan kawannya

Yang gw cari petama adalah nasi, mau di kata apaun gw tetep doyannya nasi, nah setelah itu baru dah ambil makanan aneh ala hotel bintang 4 ini. jam 9:00 nadhi berpisah karena ia mau ke solo nyekar ke makam, dan gw maen ke kamarnya bodats dan rial di kamar 1133. Nah di sinilah gw dapet wangsit buat mengeringkan sepatu helm dan protector yang basah karena kehujanan di alas roban menggunakan headryer. Kondisi motor gw berasa aneh, gas nyangkut, tali kopling berat, dan lampu jauh rial juga mati, pukul 10;00 gw dan rial berangkat mencari BERES terdekat. Penggantian part cemong gw pasrahkan disini, cukup lama juga karena kepotong waktu istirahat sang mekanik, total kira kira 70.000an tali koling + kabel gas dan ongpas. Nah pas disini gw udah curiga ada yang kaga beres waktu dia maenin gas motor gw, ada asap item yang keluar, kok kaga biasanya ya -_-!.

BERES bajaj Semarang
kabel gas udah kriting

mencek kawan lainnya melalui latitude ternyata benny, bodats, danlainya lagi muter muter semarang ternyata, wissata kuliner ceritanya. sempet ada hujan romantis mengguyur semarang siang itu, jadi gw putuskan buat cabut aja dah ke hotel lagi, persiapan buat acara OBSAT nanti malem. Pukul 17:00 siap siap mandi wangi yang bersih dah, motor udah lumayan mendingan tapi kok sensor oli nyala yah???? mungkin eror ya sudahlah (jangan di tiru kalo sensor oli anda nyala segera cek ke kaca pengamat). pukul 19:00 OBIwan sudah di tungu di taman budaya raden saleh, kota semarang, kali ini kami di temani mas dhanung dan mba heidy dari temen scorpio di semarang.

OBSAT pertama di luar kota
Om edo memberi kenang kenagan
Om edo memberi kenang kenagan

Acara OBSAT berlangsung ramai lancar, apalagi hadirnya polwan avvy dan eka yang membuat acara lebih bewarna. Om edo pun mempresentasikan hasil dari perjalanan kami mulai dari jakarta sampai semarang. komplit dengan laporan kondisi jalan, pengemudi, dan kualitas sinyal XL, OBI pun ikut mempresentasikan perjalanan 21 jam ini yang di bawakan oleh om edo, maka di dapatkan hasil seperti gambar di bawah ini. Secara keseluruhan gw pribadi ga menemukan masalah berarti dari BB + XL unlimited internet yang gw pakai selama perjalanan ini.

review sinyal XL selama perjalanan

Dan pastinya makan makan ala OBSAT sudah ada angkringan yang siap di hajar KO untuk di santap oleh para hadirin. Acara selesai pukul 21:00 mas triatmono dan saranto pun berpisah karena mereka ikut mobil dan obiwan lainya (kecuali nadi) berangkat menuju Bandugan, katanya sih lembangnya bandung.

bonus

Jarak 40 km menanjak keatas dingin abis yang jelas, wong cuma pake rompi tok, brrrrr. Tapi kali ini mas asmarantaka ikut menemani kita minum bandrek di atas, dan bertemu juga kawan kawan dari HMPC semarang yang lagi kopdar, sekalian aja kita kenalan. Pukul 22:00 mata udah mulai sepet, dan minta di pejamkan, jarak 40 km di tambah lalu lintas semarang di malam hari tak begitu padat, jadi 20 menit kami sudah sampai di hotel kembali untuk beristirahat.

OBIWAN ++
mengcopy tampa seijin orangnya awa lo... hahahahaha

Bersambung>>>

JAVADVENTURE hari 1 (XLnetrally 2011)

Perjalanan keliling jawa dengan cemong (motor pulsarku) ini sebenarnya udah gw idam idamkan sejar 2 tahun belakangan ini sejak pertama kali meminang motor ini. Tapi dengan adanya missmanage dalam perjalanan jadi gw malah mendaparkan sesuatu hal yang baru di setiap kilometer. Hari pertaman ini masih dalam rangka gw dan OBIWAN (otoblogger indonesia) yang mendapat kepercayaan oleh XL (provider seluler) untuk menjajal kesiapan jalur pantura di masa mudik 2011. Kesiapannya antara lain adalah kelayakan sinyal XL dan kami semua pun sudah melengkapi diri dengan gadget masing masing, mulai dari BB (blackberry) galaxy tab, ipad sampe handphone.

calon duta xl  xixixi (graha xl)
calon duta xl xixixi (graha xl)
pamitan dengan nyokap 😀
FULL GADGET

Perjalanan gw pribadi di mulai di karawaci (rumah) dilepas dengan resmi oleh nyokap tercinta jam 2:00 , maklum anak kuliahan jadi apa apa harus dengan sepengetahuan orang tua khususnya nyokap, dengan santai dan kalem mendoakan gw selama perjalanan :D, you’re the best mom. Dan gw pun menuju tikum di mega kuningan, GRAHA XL karena disana tim OBIWAN sudah di tunggu oleh penyelenggara dengan sesajen penuh makna :D.

OBIWAN + XL

Sampai di graha XL jam 3:00 perjalanan pagi yang lengang membuat gw keder sendiri sempat kesasar di daerah ciledug, :D. harrap maklum no gps lah yau. Bertemu di sana nampak 2 ninja 250 milik kang bodats dan benny sudah di parkir rapi berdampingan dengan Piagio MP3 milik kang saranto. Berbincang bincang dengan penyelenggara mba ira, mas DJ dan lainnya maka tim OBIWAN di lepas jam 5:00, dengan alunan lagu Everything – Buckcherry yang mengalun keras ala rocker mengingatkan gw akan kang jj yang lagi riding sendirian di atas gurun. Memberikan semangat juang 45 tersendiri buat gw.

speedo saa berangkat

Melewati jalur biadab angker nan serem di kalimalang kang rial hamzah yang kali itu menjadi RC (roadcaptain) sudah siap menghadapi trafic yang ga bisa di prediksi, motor mobil, angkot nyelonong dari segala macam arah, kita mengejar keluar dari karawang sepagi mungkin, apa bila telat dikit, macetnya udah ampun ampunan dah. tercatat 7 punggawa OBI dengan 7 motor mampu melewatinya. dengan formasi jitu: Rial , GW ,Nadhi, Edo, Benny, Rio, Saranto, Bodats (saranto cuma ikut sampe stop point 1).

Sampai di daerah cikampek jam 9:00  kami putuskan untuk beristirahat sekalian sarapan pagi. semangkok soto dan es teh cukup lah buat ganjel perut sampe nanti ketemu makan lagi :D. Perjalanan di lanjutkan kali ini ga bareng sama kang saranto, karena beliau masih ada urusan di jakardah, thanks kang udah nganterin kita :D. Di setiap OBIWAn sudah melengkapi diri dengan google latitude yang ada di gadgetnya masing masing jadi kalo ada yang tertinggal bisa dengan mudah melacak jejaknya :D. Waktu menunjukkan jam 12:00 siap siap clingak clinguk mencari masjid yang di daerah cirebondan karena motor saya ini pelan jadi tertinggal terus dengan rombongan :D.

setelah jumatan langsung cek latitude dan  ternyata gw udah tertinggal lumayan jauh, langsung tancap mengejar kawan kawan. 14:00 sampai di warung es kelapa, panasnya panturra bisa teredam oleh es kelapa ini. sembari mengumpulkan tenaga lagi, kite mulai geber gas lagi 30 menit kemudian. mulailah masuk daerah brebes ini yang jalanan banyak mengalami masalah, mulai dari pelebarab perbaikan jembatan dan lainnya, tidak lupa kami semua ngetwit keadaan jalan dan sinyal dengan hastag #xlnetrally.

17:00 gw udah mulai ngawur nyetirnya auto pilot mode on, ga memaksakan diri mampir ke spbu terdekat buat rebahanm dan ternyata nadi dan om edo pun ikutan :D. sekalian solat ashar dan ngunyah lontong sama bakwan yang ada di spbu tersebut. kembali melibas jalanan dan ternyata gw, nadi dan om edo terjebak macetnya perbaikan jembatan di brebes sepanjang 5 km, fiuuuhhh.

nih kondisi macetnya
baru lepas dari kemacetan 5 km

keluar kemacetan tersebut kami ber3 udah di tunggu bodats 30 menit berlalu, kita berkumpul kembali, dan ternyata kami bertemu mas yudi batang, bloger dan juga bikers, akhirnya kami pun menuju pom bensin muri yang terkenal bersih rapi dan ciaem di tegal. usai magrib kami ber 6 (gw, rial, yudi, edo, bodats, nadi) melanjutkan menuju rumah mas yudi di daerah batang, kopi teh dan martabakpun menyambut kedatangan kita, namun kita tak bisa terlalu lama, makasih mas, kapan kapan kite maen  lagi dah.

20:00 perjalanan masih panjang, kali ini kita akan menghadapi pantura yang sebenarnya, bus malam, truk gandeng dan mobil yang ngebut salip silap sana sini, mas yudi pun sempat mengingatkan, “kalo ada bus atau truk ngalah aja yah” karena mereka adalah penguasa daaerah pantura sini, nasihat seorang kawan yang terus mendoakan kami.

22:00 sempet ada gerimis romantis yang berujung hujan kroyokan di alas roban, tampa komando semua OBIWAn kecuali benny dan rio,  menggunakan mantel jas hujan. kecuali gw juga deh, karena gw pengen ngerasain gimana sih rasanya keujanan di jalan saat touring (jangan di contoh ya) :D. om edo sempet kehilangan pandangan jalan yang cuma 3-5 meter itu dan ia pun sempat masuk ke lobang dan dengan kawalan bodats yang ampuh menggunakan ninja 250nya om edo dan OBIWAN laiinya berhasil masuk kota semarang dengan aman, alunan lagu didi kempot masiih mengayun kuping gw.

24:00 sempet kebingungan mencari letak hotel gumaya tempat kami menginap 2 hari kedepan ini. sempat bertanya pada supir taksi yang masih mangkal di kawasan simpang lima, dan ya berhasil nemu dah, tapi om edo dan bodats masih di belakang, mungkin bentar lagi sampe, dan ternyata kami sudah di siapkan tempat parkir oleh pihak hotel. masuk hotel seperti orang mau ngungsi kebanjiran segala macem perlengkapan lenong, dan akhirnya dapet kunci kamar, ganti baju, langsung bobo 😀

foto: pribadi, FB benny

Bersambung>>>