05:45 Dinginnya Maribaya membangunkan gw dari tidur nyenyaknya malam tadi. Tanpa ada hujan dan suara gemuruh tenda yang tertepa angin. Tiba tiba muncul sesosok lelaki dengan motor Bajaj NS 200 warna merah. Nampaknya tidak asing lagi nih. Dan Yak betul, ini kang Dadang Widaswara.

IMG_2184-Pano
Pagi di kandang beruang

06:00 Dono mulai megajak kami semua untuk menjajal lapangan yang baru ditata rapi itu. Motor gw tata rapih dan memotret deh. Macam iklan cover majalah motor gitu deh 😀

IMG_2191IMG_2195IMG_2197IMG_2203IMG_2209IMG_2211IMG_2222
Untuk sesi foto pagi itu gw cukup menggunakan lensa 15-85mm f3.5-5.6

08:00 Selesai beberes semua bersiap untuk jalan, dan memastikan tidak ada yang tertingal di kandang beruang. Terima kasih Mang Bobby Untuk pelayanan selama di kandang beruang.

GOPR3729.MP4.08_24_06_01.Still001
Sampai bertemu lagi kandang beruang
GOPR3730.MP4.08_30_30_29.Still001
Jalan keluar dari kandang beruang

09:00 Hari itu lalu lintas lembang sudah mulai ga waras. Semua pelintas jalan menggunakan mobil bernomor polisi luar Bandung, dan mayoritas Plat B. Utung ada Lokal boy (Ard Berly) sudah hapal betul seluk beluk jalanan keluar dari Lembang. 30 menit kemudian kami berhenti untuk berpamitan di gerbang Garcia (tempat pemandian air panas semi private).

10:00 Setelah ngopi ngopi dan bercerita sedikit, rombongan subang (Dadang & Berly) berpisah dengan Gw, Bence, Salum dan Praba. Loh Dono ternyata sudah bablas duluan.

11:00 Salum ngajakin foto foto lucu di perkebunan teh yang mengarah ke Capolaga. Walaupun jalanannya sedikit hancur tak sedikit pun menghancurkan niat kami untuk bercekrek ria. Beres cekrek cekrek pun kami perlahan jalan menuju Sate Maranggi H.Oking.

IMG_2244

IMG_2245
Selfie tanpa merusak kebun

12:00 Beberapa KM setelah melewati Situ Wanayasa, kami sampai di sate maranggi rekomendasi dari kang Yudi Permana. Ga mengeceewakan banget dah. 1 Porsi sate sapi maranggi dihargai Rp.25.000 saja, beda dengan sate Marangi Cibungur yang di hargai Rp.40.000.

Menurut lidah gw, dari segi rasa tidak begitu jauh berbeda, hanya saja di sini potongan dagingnya sedikit lebih kecil. Tapi ada nilai tambah lain. Kecap disini sungguh unik. Rasanya seperti kecap yang kental, degan porsi gula merah yang banyak. Dan yang jelas sambalnya itu, nomero uno dah pedesnya. Karena gw kurang suk pedes, jadi gw sedikit mencicipi saja sudah angkat bendera putih dah sama pedesnya.  HIGHLY RECOMMENDED BANGET

GOPR3740.MP4.11_19_39_21.Still001

DCIM100GOPROGOPR3741.

IMG_2252
Satenya nagih!!!

13:00 Hujan mulai turun kembali, kami sempat malas melanjutkan perjalanan karena terbuai sepoi angin siang itu. Dan melihat salum dengan enaknya bobo ciang. Tapi kita harus segera jalan, karena ada rencana untuk main ke tempat Kang Yudi dulu. Okeh tarik salum, pakai wet gear, dan jalan kembali.

13:30 Ternyata rumah kang yudi ga terlalu jauh dari tempat tadi. Tampa babibu kita ngobrol ngalor ngidul, dan benny ngeliat hasil video dan foto dan gw pun selonjoran. Salum udah selonjoran dan bobo lagi. Memanfaatkan sedikit waktu untuk istirahat, sebelum masuk ke ibukota Jakarta.

GOPR3745.MP4.14_40_51_44.Still001.jpg
Kang Yudi, alwie, Praba

15:00 Setelah puas ngobrol dan melihat hasil video kang yudi yang cakep cakep, banyak muncul ide untuk menuju ke suatu tempat yang sangat menarik di daerah Tasikmalaya, oke kita jadwalkan kang . Hujan belum juga berhenti dan kami memakai jas hujan kembali.

GOPR3743.MP4.12_32_19_38.Still001.jpg
Hujan sepanjang jalan

16:00 Salum menemukan jalur unik nih. Sambil ujan ujanan maen aer becekan, salum tiba tiba masuk ke jalanan hancur dan masuk ke area waduk Curug. Wah perasaan mulai ga enak nih. “Ini ancurnya Cuma sedikit kok, di depan jalannya sudah beton semua” Ujar salum meyakinkan kami.

5km pertama… 10 km.. 15km… “lum ini kenapa jalurnya masih ancur” tereak gw ke salum …hahaha. Ternyata ini adalah sumber dimana Kalimalang mengalir.

DCIM100GOPROGOPR3750.

GOPR3749.MP4.15_12_17_11.Still001

DCIM100GOPROGOPR3754.
Waduk Curug

17:00 jalanan penuh beton hancur dan becex ini kami lalui hampir 30 Km. sampai akhirnya kami masuk ke daerah Jababeka. Dan lanjut ke daerah bekasi timur. Disini rombongan terpecah lagi. Bence dan salum lanjut lurus. Gw dan Praba belok kiri ke arah halim.

GOPR3759.MP4.15_41_03_14.Still001
Menyusuri Kalimalang Hingga masuk bekasi

20:00 Melintasi jalur ibu kota yang membosankan dan menjengkelkan dan macet dan hujan dan sumpek dengan segala angkotnya. Sampai juga kami di Gentolet, tempat makan orang tua Ipunk (salah satu member prides chapter bintaro)

21:00 Gw sampai rumah dengan selamat dan yang paling penting adalah Zero ancident (kecuali tenda benny bocor)

Terima kasih kepada seluruh peserta Lin-Lin Exploride kali ini. Semoga di perjalanan berikutnya akan semakin cihuyyy dan banyak moment Cekrek yang indah.

Sampai bertemu di perjalanan berikutnya

Author

Comments

  1. 21:00 Gw sampai rumah dengan selamat dan yang paling penting adalah Zero ancident (kecuali tenda benny bocor)

    –> bangke :mrgreen:

Leave a Reply

%d bloggers like this: