Jadi gini ceritanya, 25 desember 2015 lalu gw iseng-iseng mencoba untuk camping di Cikole. Dan nampaknya gw mulai keranjingan dengan mendirikan tenda, api unggun dan tidur di alam terbuka. Biasanya akhir tahun liburan agak sedikit panjang. Awalnya gw berencana untuk jalan ke Lombok. Tapi setelah berbincang dengan salah seorang teman, ia menyarankan gw untuk menjelajahi daerah Jawa Barat dulu.

Okelah, tapi kemana ya. Munculah ide untuk camping di Puncak Guha, Garut. Setelah mengajak beberapa orang dan meracuni banyak orang, akhirnya dapatlah 5 orang yang ikut dalam perjalanan yang diberi nama LinLin Exploride ini.

Dono, Salum, Benny, Berly dan gw. Seharusnya masih ada beberapa orang lagi yang mau ikut, seperti Ijunk dan Praba. Tapi mereka berhalangan, sayang sekali tidak turut dalam keceriaan malam itu.
Selanjutnya kita sepakat untuk kumpul di Kandang beruang pada tanggal 30 Desember, Menuju Guha 31 Des, dan kembali ke Kandan beruang siangnya.

Rencananya gw akan menuju barat atau timur, entah kemana angin berhembus sajalah.
Gw sendiri berangkat dari Tanggerang 30 Des jam 1 malam. Dengan rute Puncak. Beruntung malam itu jalanan lancar sekali dan fisik masih terasa kencang sekaleee. Jam 4 subuh berehenti untuk memejamkan mata sejenak sekaligus solat subuh di daerah Padalarang.

Lanjut jalan lagi jam 5an dan gw langsung menuju ke Rumah salah satu kawan lama yang sudah hijrah dari Cimahi ke Kuala Lumpur. Kania ( Bloody bikers) dia lagi sibuk merapihkan warung makannya. Ga pake babibu gw langsung pesen nasi gudeg dan susu coklat. Cukup dengan Rp.25.000 sajah pemirsah sekalian. Soal rasa gausah ditanya, pengalaman dunia masak memasak di warung ini sudah tidak diragukan :D.

Lokasi warung A2: https://goo.gl/maps/VamcomxhtP52

 

Kelar makan gw lanjut berkunjung ke Rumah salah satu teman gw yang gemar naik motor dan juga dan juga gemar bikin video. Pont PIct namanya. Setelah puas ngomongin komputer, motor, video dan berbagai macam alam audio visual, maka ia mengantarkan gw ke Kandang beruang, melewati jalur rahasia dari dago menuju Maribaya Lembang.

Memastikan kalau ini bukan kamera tersembunyi.

Sampai di kandang beruang, ternyata benny dan dono sedang asik duduk duduk di teras. Gw bebersih, unpack alat2 dan bersiap untuk bobo. Eh ternyata jam 1 malam cak Salum datang setelah riding NON STOP 4 JAM DARI BEKESONG!!!

31 Desember 2015

5:00 Alarm Handphone mulai berbunnyi, semua peserta LinLin Exploride bersiap untuk berangkat. Target berangkat jam 6 pagi. Rute kali ini kita melewati pengalengan.

IMG_0002
Pagi di kandang beruang.

Cuaca sedikit mendung, berdoa saja semoga dijalan nanti bisa mendapatkan banyak foto foto cantik. Melaju motor dengan pelan tapi pasti, pukul 8 Pagi kami sudah menyentuh Pengalengan, setelah melewati macetnya ruas jalan banjaran.

GOPR3726.MP4.06_54_45_06.Still001
Lalu lintas pagi di dalam kota Bandung

Cak Salum menepikan motornya tepat di sebrang pusat jajanan Kawitan Untuk pipis, pasang handiplas di udel dan minum segelas kopi. Tempat ini layak jadi pemberhentian awal jika ingin melanjutkan perjalanan ke sealatan. Komplit, jajanan ada, kamar mandi bersih, ada musolah dan masjid juga.

Salum kali itu mengingatkan Benny untuk menghemat memori dan batrai Action Cam miliknya. Karena setelah masuk pengalengan nanti jalannya akan lebih asik. Wah kalo begitu gw juga siap siap pasang Gopro nih.

IMG_0006
Sebrang Pia Kawitan

Setelah 20 menit istirahat dan kami berjalan lagi menuju selatan. Lurus, ketemu pertigaan, kami belok kanan. Melewati Situ Cileunca, ternyata kering. Mungkin terimbas dampak dari musim kering yang berkepanjangan. Dirasa pemandangan belum begitu pecah, kami berjalan lagi.

GOPR3728.MP4.09_22_32_12.Still001
Jalurnya masih lucu, belokannya masih jinak.

Ga lama setelah itu kita masih riding sekitar 5-10 Km an. Trus gw tiba tiba berhenti setelah melihat pemandangan menakjubkan ini. Dan semua pun ikut berhenti, kecuali Berly yang hilang entah kemana.

IMG_0017
Pas nengok ke kiri, ngeliat ini langsung berenti!!!

Satu persatu peserta Lin-Lin Exploride kali ini gw minta untuk berpose. Yaaaa walalupun ga ada foto gw disini. :p.

IMG_0012
Benny dengan ER-6N
IMG_0014
Salum dengan Contin Skylark dan Helm Kyt nya
IMG_0016
Dono dengan tongsisnya
IMG_0027
Semua peserta kecuali berly
Ritme turing asik sambil foto-foto: Berhenti di satu spot menarik tidak lebih dari 15 menit. Kalo kelamaan maka akan mengulur waktu perjalanan terlalu lama 😀

Setelah 15 menit berCekrek ria kami langsung melanjutkan perjalanan. Mengarungi tiap liukan jalanan Pengalengan, mereng mereng ampe gumoh dah pokoknya. Untungnya pagi itu cuaca cerah sekali, sehingga pencahayaan untuk foto-foto pun masih enak.

Sekitar 15 Km kemudian, grup riding terpecah jadi 2. Dono sendirian, Gw, Benny dan Salum ngintil di belakangnya, dan Berly masih belom ketemu juga (Kencang sekali doi). Gw menemukan Dono sedang asik berselpie dengan tongsis barunya itu. Dan grup riding gw pun balik arah, kita selpie bareng deh .

IMG_0032
Puter balik cuma buat selfie
IMG_0043.jpg
D’Beruangs

DAN LAGI LAGI GA ADA FOTO GW SENDIRI!!!

Oke kita lanjut jalan lagi. Kali ini bener dah harus langsung sampe titik kumpul di ujung jalur Rancabuaya – Pengalengan. Disana ada Indomaret, nah bisa istirahat sekalian jajan lucu deh. Tapi tetep aje, kalo gw liat lokasi bagus, ga bisa nahan untuk ga motret walaupun cuma sebentar :D.

IMG_0059.jpg

1 jam kemudian, gw sudah berkumpul kembali bersama sama seluruh rombongan, lengkap dengan Berly. Ternyata dia sudah tiba dilokasi 30 menit lebih awal. Sayang sekali, melewatkan banyak moment Cekrek bersama sama.

11:30 Perjalanan 5 jam-an dari kandang beruang membuat kami lapar, haus, dan lelah. Saat nya mencari tempat makannn… Setelah Dono menayankan keberadaan warung makan, si akang penjaga indomaret pun menunjukkan, bahwa 30 meter ke atas (arah kami datang) sebelah kiri ada warung nasi.

Dan kebetulan kali itu gw lupa bawa duit. Dan ternyata disana pun ga ada ATM. (ATM paling dekat ada di Pamengpeuk). Untungnya Indomaret bisa melayani tarik tunai (Gw pake Bank Mandiri). Dengan berbelanja Rp.25.000 maka gw bisa menarik tunai hingga Rp.500.000. (Terima kasih INDOMARET)…

12:00 Kami bergegas menuju warung makan, dan makan sekenyangnya. Tidak lupa pula untuk membungkus makanan untuk nanti malam.

14:00 Awan diluar semakin tebal dan menggelap. Dono mulai ketakutan “kalo nanti hujan bakalan susah pasang tenda nih”. Dan Salum pun masih sempetnya selonjoran dan hilang tak bersuara (bobo cantik dia). Akhirnya kami memutuskan untuk segera ke Guha dan mencari spot bagus.

14:30 Sampai GUHA, Dono dan Salum mulai mencari spot yang asik, dan tidak ketutupan pager… 30 menit berlalu…

15:00 Dapatlah spot yang berhadapan dengan sisi timur Puncak Guha. Semua bersiap mendirikan tenda masing-masing.

IMG_0793.jpg
Disambut mendung di puncak Guha
IMG_1220
Tenda pun terpasang, dengan konstruksi anti badai.

Bisa dilihat dari foto diatas, konstruksi tenda dan flysheet menggunakan segala bahan yang ada disekitaran camp ground. Ya sukur sukur kaga terbang dibawa angin dah. Gak lama berselang hujan pun mulai membasahi flysheet kami. Dan semua mulai sibuk, ada yang sibuk makan, ada yang sibuk cek internet, dan ada yang sibuk ngolesin balsem.

Karena konstruksi super canggih, maka flysheet kami pun menampung banyak air hujan, akhirnya tiap beberapa menit sekali kami bergantian mendorong flysheet untuk mebuang air yang menggenang diatas.

IMG_1212IMG_1206

IMG_1213
Mulai pada sibuk…

 

17:00 Hujan selesai, gw mencoba untuk berkeliling sekitaran GUHA. Mencoba mencari spot menarik tanpa harus terhalang pagar pembatas. Ternyata usut punya usut, puncak Guha dipagar karena telah memakan banyak korban orang orang yang berselfie hinga lupa diri. Dan ini nyata. “banyak yang selfie sampe mundur mundur trus jatuh kejurang mas” Ujar seorang pemuda yang sedang asik merokok di sebuah gubuk kecil.

IMG_1225

IMG_1224
Menikmati sunset Puncak Guha

17:30 Cukup berkeliling puncak guha gw kembali ke tenda. Dan ada sesuatu yang menarik. Gw melihat pelangi tipis tepat diatas tenda. Dan gw pun mulai memanggil yang lainnya untuk keluar dari tenda. “Ben… Ben… keluar tenda deh… ada yang seru nih” Panggil gw ke Benny. Tak lama kemudian semua keluar tenda dan menyaksikan indahnya pelangi setelah badai ini.

IMG_1248

IMG_1258
Pelangi setelah badai

Selama kurang lebih 30 menit pelangi menghiasi sore hari kami, dan memberikan hiburan di hari yang melelahkan ini. Terima kasih Tuhan atas pelangimu .

18:00 Sunset bercampur mendung dan nampaknya akan turun badai, sedikit merapihkan tenda untuk bobo nyaman nanti malam. Kontur tanah yang bercamur batu di Guha ini cukup membuat gw kesulitan mendirikan tenda dengan benar. Dan bener saja, pasak gw pada bengkok semua.

IMG_1284IMG_1288

IMG_1309
Sore terakhir tahun 2015

19:00 Hujan batch 2 mulai turun. Dan kali ini datang bersama angin cukup kencang. Dan cerita menarik lainnya muncul. Jauh sebelum perjalanan dimulai salah satu rekan kami membeli tenda di Ace Hardware dengan harga Rp.200.000 an. Dan Ijunk pun berkata “Kalo nanti tenda lo bocor jangan ngungsi ye” dan rekan kami tersebut meng iya kan perkataan ijunk. Dan hujan yang datang semakin deras. Benny pun mulai kebingungan karena tendanya berubah menjadi seperti kolam pancing di pasar malam.

IMG_1319

Disisi lain, ada yang sedang tertawa sambil boboan nyenyak…

IMG_1317

Pelajaran besar untuk Benny, Beli tenda tuh yang bener.

20:00 Makan malam, dari bekal yang kami beli di warung nasi dekat rancabuaya.
21:00 Hujan kembali turun, kali ini dengan angin semilir. Benny masih sibuk ngelapin tendanya yang rembes air.
23:45 Terbangun karena suara motor yang lalu lalang, dan ledakan kembang api tepat diatas tenda kami. Gw sempat keluar untuk memotret moment kembang api di malam itu, namun gemricik hujan membawa gw kembali ke dalam tenda.
00:00 Selamat tahun baru Guys.

IMG_1327
Semua kebaikan akan datang di 2016… Amin

02:00 Gemuruh angin semakin kencang, dan hujan pun semakin deras. Mulai muncul perasaan ga enak nih. dan benar, 15 menit kemudian angin langung menghajar tenda gw dan trap tenda gw pun mejadi seperti bendera yang berkibar. Pasak pasak pun copot dan gw berterriak meminta bantuan kang Berly yang masih di luar untuk menancapkan pasak kembali di tenda gw.

2:30 Tenda sudah aman, tapi ada beberapa rembesan dari luar yang masuk kedalam tenda. Untung saja semua box motor gw ditaro dalem tenda. setidaknya bisa jadi pemberat kalo seandainya tenda gw terbang terhempas angin.

Author

Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: