Perjalanan keliling jawa dengan cemong (motor pulsarku) ini sebenarnya udah gw idam idamkan sejar 2 tahun belakangan ini sejak pertama kali meminang motor ini. Tapi dengan adanya missmanage dalam perjalanan jadi gw malah mendaparkan sesuatu hal yang baru di setiap kilometer. Hari pertaman ini masih dalam rangka gw dan OBIWAN (otoblogger indonesia) yang mendapat kepercayaan oleh XL (provider seluler) untuk menjajal kesiapan jalur pantura di masa mudik 2011. Kesiapannya antara lain adalah kelayakan sinyal XL dan kami semua pun sudah melengkapi diri dengan gadget masing masing, mulai dari BB (blackberry) galaxy tab, ipad sampe handphone.

calon duta xl  xixixi (graha xl)
calon duta xl xixixi (graha xl)
pamitan dengan nyokap 😀
FULL GADGET

Perjalanan gw pribadi di mulai di karawaci (rumah) dilepas dengan resmi oleh nyokap tercinta jam 2:00 , maklum anak kuliahan jadi apa apa harus dengan sepengetahuan orang tua khususnya nyokap, dengan santai dan kalem mendoakan gw selama perjalanan :D, you’re the best mom. Dan gw pun menuju tikum di mega kuningan, GRAHA XL karena disana tim OBIWAN sudah di tunggu oleh penyelenggara dengan sesajen penuh makna :D.

OBIWAN + XL

Sampai di graha XL jam 3:00 perjalanan pagi yang lengang membuat gw keder sendiri sempat kesasar di daerah ciledug, :D. harrap maklum no gps lah yau. Bertemu di sana nampak 2 ninja 250 milik kang bodats dan benny sudah di parkir rapi berdampingan dengan Piagio MP3 milik kang saranto. Berbincang bincang dengan penyelenggara mba ira, mas DJ dan lainnya maka tim OBIWAN di lepas jam 5:00, dengan alunan lagu Everything – Buckcherry yang mengalun keras ala rocker mengingatkan gw akan kang jj yang lagi riding sendirian di atas gurun. Memberikan semangat juang 45 tersendiri buat gw.

speedo saa berangkat

Melewati jalur biadab angker nan serem di kalimalang kang rial hamzah yang kali itu menjadi RC (roadcaptain) sudah siap menghadapi trafic yang ga bisa di prediksi, motor mobil, angkot nyelonong dari segala macam arah, kita mengejar keluar dari karawang sepagi mungkin, apa bila telat dikit, macetnya udah ampun ampunan dah. tercatat 7 punggawa OBI dengan 7 motor mampu melewatinya. dengan formasi jitu: Rial , GW ,Nadhi, Edo, Benny, Rio, Saranto, Bodats (saranto cuma ikut sampe stop point 1).

Sampai di daerah cikampek jam 9:00  kami putuskan untuk beristirahat sekalian sarapan pagi. semangkok soto dan es teh cukup lah buat ganjel perut sampe nanti ketemu makan lagi :D. Perjalanan di lanjutkan kali ini ga bareng sama kang saranto, karena beliau masih ada urusan di jakardah, thanks kang udah nganterin kita :D. Di setiap OBIWAn sudah melengkapi diri dengan google latitude yang ada di gadgetnya masing masing jadi kalo ada yang tertinggal bisa dengan mudah melacak jejaknya :D. Waktu menunjukkan jam 12:00 siap siap clingak clinguk mencari masjid yang di daerah cirebondan karena motor saya ini pelan jadi tertinggal terus dengan rombongan :D.

setelah jumatan langsung cek latitude dan  ternyata gw udah tertinggal lumayan jauh, langsung tancap mengejar kawan kawan. 14:00 sampai di warung es kelapa, panasnya panturra bisa teredam oleh es kelapa ini. sembari mengumpulkan tenaga lagi, kite mulai geber gas lagi 30 menit kemudian. mulailah masuk daerah brebes ini yang jalanan banyak mengalami masalah, mulai dari pelebarab perbaikan jembatan dan lainnya, tidak lupa kami semua ngetwit keadaan jalan dan sinyal dengan hastag #xlnetrally.

17:00 gw udah mulai ngawur nyetirnya auto pilot mode on, ga memaksakan diri mampir ke spbu terdekat buat rebahanm dan ternyata nadi dan om edo pun ikutan :D. sekalian solat ashar dan ngunyah lontong sama bakwan yang ada di spbu tersebut. kembali melibas jalanan dan ternyata gw, nadi dan om edo terjebak macetnya perbaikan jembatan di brebes sepanjang 5 km, fiuuuhhh.

nih kondisi macetnya
baru lepas dari kemacetan 5 km

keluar kemacetan tersebut kami ber3 udah di tunggu bodats 30 menit berlalu, kita berkumpul kembali, dan ternyata kami bertemu mas yudi batang, bloger dan juga bikers, akhirnya kami pun menuju pom bensin muri yang terkenal bersih rapi dan ciaem di tegal. usai magrib kami ber 6 (gw, rial, yudi, edo, bodats, nadi) melanjutkan menuju rumah mas yudi di daerah batang, kopi teh dan martabakpun menyambut kedatangan kita, namun kita tak bisa terlalu lama, makasih mas, kapan kapan kite maen  lagi dah.

20:00 perjalanan masih panjang, kali ini kita akan menghadapi pantura yang sebenarnya, bus malam, truk gandeng dan mobil yang ngebut salip silap sana sini, mas yudi pun sempat mengingatkan, “kalo ada bus atau truk ngalah aja yah” karena mereka adalah penguasa daaerah pantura sini, nasihat seorang kawan yang terus mendoakan kami.

22:00 sempet ada gerimis romantis yang berujung hujan kroyokan di alas roban, tampa komando semua OBIWAn kecuali benny dan rio,  menggunakan mantel jas hujan. kecuali gw juga deh, karena gw pengen ngerasain gimana sih rasanya keujanan di jalan saat touring (jangan di contoh ya) :D. om edo sempet kehilangan pandangan jalan yang cuma 3-5 meter itu dan ia pun sempat masuk ke lobang dan dengan kawalan bodats yang ampuh menggunakan ninja 250nya om edo dan OBIWAN laiinya berhasil masuk kota semarang dengan aman, alunan lagu didi kempot masiih mengayun kuping gw.

24:00 sempet kebingungan mencari letak hotel gumaya tempat kami menginap 2 hari kedepan ini. sempat bertanya pada supir taksi yang masih mangkal di kawasan simpang lima, dan ya berhasil nemu dah, tapi om edo dan bodats masih di belakang, mungkin bentar lagi sampe, dan ternyata kami sudah di siapkan tempat parkir oleh pihak hotel. masuk hotel seperti orang mau ngungsi kebanjiran segala macem perlengkapan lenong, dan akhirnya dapet kunci kamar, ganti baju, langsung bobo 😀

foto: pribadi, FB benny

Bersambung>>>

Author

2 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: